Annisa Bani Salamah
Cara Bijak Ibu Mengatur Keuangan Keluarga
Diposting pada tanggal: 31-10-2020


28 Likes
Saat pandemi terjadi, ada ngga sih bu yang terlintas berfikir "duh, gimana yah ngatur keuangan yang tinggal segini-gininya?" Sedangkan kita tidak tau kapan pandemi berakhir. Dan kita juga tidak tau apa yang akan terjadi di hari berikutnya.
Jika ibu ada di zona yang memiliki tabungan, percayalah ibu sangat beruntung karna setidaknya ibu masih bisa bernafas dengan tabungan tersebut.
Tapi, jika ibu ada di zona tanpa tabungan, percayalah ibu adalah yang terhebat karna yakin bisa melalui semuanya. Semangaaattt bu ????

Aku mau sharing sedikit hasil belajar di online class bareng my baby dan secuil pengalaman yang aku punya. Percayalah bu, hidup di zaman milennial ini lebih menyenangkan dibandingkan di zaman orang tua kita dulu, meskipun tiap zaman ada kesan tersendiri yang tak terlupakan,hhheee. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan kita. Kita bisa tetap produktif asal kita mau berusaha. Tentu dengan pengaturan keuangan yang bijak dan tepat.
Dan kondisi yang menghimpit akan memaksa kita untuk semakin percaya pada kemampuan yang diri ini miliki yaitu sebagai seorang direktur keuangan. Meskipun dalam keadaan menuju super tiris tentu kita ngga mau dong perahu keluarga kita karam. Otomatis kita akan fokus bagaimana caranya supaya bisa bertahan.

Dari materi yang disampaikan mba Prita Ghozie di online class pertama dengan tema Digital Financing 101 for mom, ada beberapa benang merah yang bisa aku simpulkan dalam membuat perencanaan keuangan.

1. Mulailah menabung
Iya bu, menabung sekecil apapun itu perlu. Karna kita tidak tau kondisi apa yang akan kita alami kedepan. Setidaknya kita memiliki persiapan meskipun tidak terlalu matang tapi kita bisa bertahan dalam keadaan apapun. Menabung adalah istilah yang sudah melekat sekali sedari kita kecil yah bu, tapi terkadang masih suka kita abaikan. Dimulai dari yang kecil, lama-lama akan terbiasa untuk melakukannya.

2. Buat rekening berbeda untuk tabungan khusus dan untuk keperluan sehari-hari.
Nah, ini pengalaman aku banget nih bu, karna rekening hanya ada 1 maka sering kali program tabungan berantakan dan terpakai untuk keperluan yang mendadak. Akhirnya untuk menyiasatinya aku sekarang menggunakan e-wallet agar tata letak keuangan di keluarga kami lebih jelas dan terorganisir. Apalagi jika memiliki usaha, memiliki rekening khusus itu sangat perlu.

3. Post keuangan kita dengan standar Living, Playing, Saving dan tambahan dari aku Sharing.
Ini penting yah bu, karna kita belajar prioritas dan menentukan bentuk self love dalam mengatur keuangan. Supaya kita tau kemana uang kita akan berlabuh dan apa manfaatnya untuk kita. Dan percayalah bu, sharing adalah hal terajaib dalam perencanaan keuangan, karna itu adalah pengeluaran yang akan membuat uang kita semakin bertambah bukan berkurang.

4. Jangan Berhutang
Sebisa mungkin untuk tidak lebih besar pasak dari pada tiang. Tentukan gaya hidup terbaik untuk kondisi mental dan financial kita sebagai seorang ibu. Tidak perlu mudah terpengaruh dengan gaya hidup ibu lainnya, karna kita yang lebih tau kondisi keuangan dan keluarga kita. Menjadi pribadi sederhana dan apa ada nya akan membuat hidup kita lebih damai dan juga tentram. Intinya kita harus selalu bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki.

Dengan gaya hidup sehat yang di terapkan pada keluarga kita, tentu akan sangat mempengaruhi perencanaan keuangan kita. Meskipun tidak selalu berjalan sesuai rencana, tapi setidaknya kita sudah memulai perencanaan agar kondisi keuangan keluarga kita bisa lebih baik untuk kedepannya.