Dewiasih Triranti
Dunia Digital Pintu Kemana Saja Generasi Alpha
Diposting pada tanggal: 27-10-2020


30 Likes
Hai Moms..

Moms yang membesarkan generasi alpha pasti masa kecilnya hidup dengan pintu ajaib Doraemon. Sadarkah kita kalau pintu ajaib itu sudah ada di tangan kita dalam ukuran mini? Yup, gadget. Anak-anak kita mungkin tidak terlalu dekat dengan Doraemon tapi mereka punya pintunya. Tinggal masuk ke pintu ini dan segala sesuatu tersedia. Hingga tanpa kita sadari anak anak kita lebih sering bermain dengan 'pintu ke mana saja' dibandingkan dengan orang tuanya.

Moms, pasti setuju bahwa banyak sekali tips dari Mbak Novita Tandry yang menyadarkan kita bahwa ada banyak hal yang tidak bisa diajarkan oleh dunia digital. Dan ini menjadi kesempatan buat orang tua untuk kembali mengambil hati anak.

Saya juga punya sedikit tips berdasarkan pengalaman saya sebagai ibu dari 3 orang anal. Semoga tips ini bisa melengkapi pengetahuan moms cerdas di luar sana.

1. Buat anak-anak sibuk dengan hal baru. Kita tidak bisa memarahi anak dan menyita gadget sementara kita tidak menyediakan alternatif pengganti. Ambil gadgetnya, ajak dia main petak umpet bersama seisi rumah. Atau ambil gadgetnya dan libatkan dia dalam acara pesta ulang tahun ayahnya.

2. Biarkan anak kotor dan bereksperimen. Jujur deh, Moms pasti sering memberikan gadget agar anak diam dan tidak membuat rumah berantakan. Anak butuh pengalaman baru. Dan setiap pengalaman mungkin akan membuat rumah berantakan atau baju mereka kotor. Moms tidak bisa mengharapkan mereka bermain dengan seru sambil berharap semua tetap rapi dan tertata. Ayolah, kita juga pernah kecil kan?

3. Jangan membiasakan menghadiahi anak dengan barang atau uang. Mereka hanya mengingatnya sesaat.
Berikan mereka pengalaman. Beri mereka pengalaman menanam bunga. Menyiram. Berikan mereka pengalaman merawat binatang peliharaan. Berikan mereka pengalaman membantu orang lain. Saya pernah memasukkan anak 8 tahun saya sebagai relawan di sebuah acara yang cukup besar. Orang orang senang memberinya pekerjaan mengelap meja. Mengantarkan gelas. Pengalaman dari gadget hanya bertahan sebentar sekali. Tapi pengalaman dunia nyata akan membuat mereka percaya diri dalam waktu yang lama.

4. Anak-anak tidak buta. Mereka mengawasi kita. Jadi kalau kita bilang lepaskan gadgetmu, kita juga harus melepas gadget kita lebih dulu. Kalau kita mau mereka lebih banyak membaca, ya kita harus terlihat membaca lebih dulu.

5. Pada akhirnya, kita bisa memanfaatkan pintu ke mana saja bersama-sama. Mis menonton film di hari Sabtu. Gadget membantu kita membuat bioskop mini di rumah. Film yang diputar bisa bergantian sesuai selera setiap penghuni rumah.
Anda suka menyanyi? Bisa juga menjadikan ruang karaoke di dunia maya untuk bernyanyi. Anak-anak bisa merequest lagu dan yang lain menyanyikannya.

Dunia digital tidak selalu buruk, kita bisa memanfaatkannya untuk mendekatkan kita. Atau sebaliknya gadget bisa menjauhkan kita.
Selamat Mencoba..

#tipsibucerdasmybaby
#mybabymomversity

Digital Parenting