Marella Alexandra Vania Jovita
IBU CERDAS BIJAKSANA MENGATUR PENGELUARAN RUMAH TANGGA
Diposting pada tanggal: 29-08-2020


81 Likes
Pandemi COVID-19 membawa begitu banyak perubahan dalam hidup kita. Selain membuat perilaku hidup kita menjadi lebih bersih dan sehat, pandemi COVID-19 ini juga membuat kita lebih banyak mengenal dan memanfaatkan dunia digital. Dulu kalau ibu-ibu belanja pasti inginnya pergi ke pasar/market. Sangat puas rasanya kalau bisa memilih sendiri daging atau sayur-mayur yang masih segar. Sekarang? Untuk menghindari keribetan bepergian dan risiko tertular covid-19, hanya dengan satu sentuhan pada smartphone, barang belanjaan pun diantar hingga depan rumah.
Dunia digital ini bisa saja membawa banyak manfaat bagi kita, namun bisa juga menjadi bumerang. Alih² mau berhemat atau menghasilkan, justru malah menjadi boros kalau kita tidak dapat memanfaatkannya dengan baik.
Produktif menurut saya tidak hanya dari segi pendapatan, tapi juga dari segi keefektifan mengatur pengeluaran. Dan yg terpenting, apakah bisa membuat diri kita berkembang dan bermanfaat untuk orang lain.
Nah kali ini saya mau berbagi tips, bagaimana memanfaatkan dunia digital dalam hal pengeluaran, supaya tidak besar pasak daripada tiang.
• Pertama, kita harus mengetahui benar berapa jumlah rata-rata per bulan pendapatan mandiri dan keluarga.
• Lalu pilah menjadi berapa yg akan ditabung, berapa yg akan dibelanjakan, berapa yg akan diberikan ke orang tua, berapa yg akan disumbangkan.
• Setelah itu, kita perlu menyusun list barang belanja diurutkan berdasar kebutuhan primer, sekunder, tersier. Jangan lupa list juga pembayaran tagihan bulanan yg ada, seperti PDAM, listrik, asuransi kesehatan, pulsa, dll
• Luangkan waktu untuk melakukan research online dari mana kita dapat membeli barang belanjaan tersebut dengan manfaat terbesar: "harga ekonomis, kualitas terbaik". (Seperti dalam urusan merawat kulit bayi, pasti My Baby lah pilihannya: kualitas terbaik dengan harga terjangkau)
• Kalau perlu, bandingkan minimal 2 situs berbelanja. Tapi ingat, berikan batasan waktu, tidak perlu berlama-lama. Jangan sampai waktu kita habis terbuang hanya untuk research ya. Apabila kita sudah memiliki referensi situs terpercaya/langganan, akan lebih baik.
• Gunakan aplikasi dari pihak ketiga dalam berbelanja/membayar tagihan bulanan. Terkadang, aplikasi pihak ketiga ini menawarkan berbagai promo, kupon cashback/diskon menarik, gratis ongkos kirim, dll.
• Tutup mata terhadap barang² yg memang belum kita butuhkan. Berselancar di dunia online memang menyenangkan, melihat barang² yg lucu, promo diskon, atau mungkin akan kita butuhkan nanti. Tapi kita harus bisa menahan diri, kalau memang belum perlu ya lebih baik jangan.
• Batasi pemakaian kartu kredit. Memang, kartu kredit bisa memberikan tambahan waktu untuk kita melakukan pembayaran. Apa yg kita butuhkan bisa didapatkan sekarang, namun pembayarannya ditagih kemudian hari. Nah ini yang jadi berbahaya kalau kita tidak mengaturnya. Kita harus memastikan ketika jatuh tempo pembayaran, dana telah tersedia.
• Catat yang sudah dibelanjakan/kumpulkan receipt elektronik dari pembayaran tersebut. Hal ini ditujukan agar belanjaan kita tidak ada yg terlewat/double dan di kemudian hari kita bisa mengecek kisaran harga barang tersebut kalau kita hendak membelinya lagi.
• Lakukan evaluasi bulanan mengenai pengeluaran melalui platform digital ini.

Yang terpenting, kita harus bisa membagi waktu antara mengurus keluarga dan memanfaatkan dunia digital. Sebagai ibu, kita harus tetap memberikan perhatian penuh pada tumbuh kembang anak, jangan sampai terbengkalai hanya karena dunia digital. Menurut saya, ini juga definisi produktif sebagai ibu.

Semoga kita semua menjadi ibu yang cerdas dalam memanfaatkan dunia digital :)

Digital Financing