Stacy Octavyanti
Kekuatan seorang Ibu menjalani Digital World
Diposting pada tanggal: 07-09-2020


69 Likes
Halo, para Ibu Cerdas!

Perkenalkan, saya Stacy Octavyanti, seorang Working Mom sekaligus Mom Influencer yang memiliki 1 orang anak berumur 1 Tahun 3 bulan bernama Emily Hidayat. Pada kesempatan kali ini, saya mau sedikit berbagi dengan para Ibu Cerdas lainnya mengenai seluk beluk dunia Digital yang saya alami dan jalani hingga saat ini.

Pertama, saya mau membuka cerita saya ini dengan sebuah pernyataan bahwa “SEMUA IBU ITU KUAT!”. Kenapa saya bisa mengatakan hal ini? Karena pada saat kondisi saya belum memiliki anak waktu itu, baik sebelum maupun sesudah menikah saya berpikir bahwa sebagai seorang Wanita saya itu sudah cukup kuat. Saya bisa bekerja dengan baik, bisa me-manage waktu saya dengan baik, bahkan saya bisa menyeimbangkan kehidupan pekerjaan maupun kehidupan pribadi saya dengan baik pula. Sampai suatu waktu dimana anak saya lahir, pemikiran saya tersebut berubah. Kenyataannya, kekuatan yang saya miliki setelah menjadi seorang Ibu itu jauh lebih besar lagi. Saya yakin dan percaya, bahwa semua Ibu Cerdas lainnya juga pasti entah bagaimana bisa memperoleh kekuatan yang sangat besar setelah memiliki anak. Kita mau berjuang sangat keras bagi anak kita, supaya anak kita bisa hidup dengan layak dan nyaman, bisa menjadi pribadi yang baik, yang pintar, dengan harapan bahwa di masa yang akan mendatang dia bisa menjadi seorang yang sukses. Untuk mencapai titik tersebut, tentunya banyak perjuangan dan pengorbanan yang perlu ditempuh.

Perjuangan apakah yang telah saya tempuh? Sedikit cerita, sebelum anak saya lahir, saya dan suami saya sama-sama bekerja di Ibukota Jakarta, sedangkan rumah dan keluarga kami berada di Bandung. Oleh karenanya, kami sudah bersepakat hati bahwa setelah anak kami lahir kami akan kembali ke Bandung. Itulah kenapa kami memutuskan bahwa suami saya harus pulang terlebih dahulu ke Bandung agar pada saat anak kami lahir, kondisi dan pekerjaan suami saya sudah settle di Bandung. Dengan sangat bersyukur, suami saya dapat pekerjaan di Bandung sekitar 6 bulan sebelum saya lahiran. Kondisinya pada saat itu, dengan usia kehamilan saya yang sudah cukup tua saya masih tetap bekerja di Jakarta, tinggal di kost-an seorang diri, dan masih pulang pergi Jakarta-Bandung setiap minggunya. Kenapa saya tidak langsung ikut kembali ke Bandung? Salah satu alasannya adalah karena saya masih mau menjaga ke-profesional-an saya sebagai seorang karyawan di perusahaan dimana saat itu saya sedang mencari kandidat yang dapat menggantikan posisi saya termasuk supaya kami tetap memiliki pegangan disaat suami saya sedang memulai karir barunya.

Singkat cerita, 2 bulan sebelum saya lahiran saya sudah berdiam di Bandung karena perusahaan tempat saya berkerja dengan berbesar hati memberikan ijin bagi saya bekerja secara remote dari Bandung. Tentunya, dengan hati gembira kami mulai mempersiapkan kelahiran anak kami, NAMUN TERNYATA, muncul suatu tantangan dimana suami saya mengalami kondisi harus keluar dari perusahaan tempatnya bekerja saat itu dan itu sangat melemahkan hati kami. Rencana kami langsung hancur berantakan. Di saat anak kami mau lahir tapi suami saya harus kehilangan pekerjaan. Akhirnya saya sempat berpikir untuk tetap bekerja di Jakarta setelah melahirkan bagaimanapun sulit kondisinya, DEMI ANAK SAYA. Lalu terjadi sebuah keajaiban menurut saya, suami saya mendapat pekerjaan baru. Tapi ternyata badai tidak berlalu begitu saja. Setelah melahirkan kami sepakat bahwa saya akan keluar dari pekerjaan saya di Jakarta karena memang tidak ideal bagi saya untuk tetap bekerja di Jakarta sementara suami dan anak saya di Bandung.

Jadilah saya seorang Full Mom yang 1x24 jam berada di rumah, yang tentunya saya sangat gembira dengan kenyataan bahwa saya bisa melihat dan selalu bersama-sama dengan anak saya setiap harinya. Namun, sebagai seorang pribadi yang aktif, kadangkalanya ada sedikit pemikiran bahwa sangat disayangkan saya sudah tidak lagi dapat produktif. Dengan pemikiran tersebut, ditambah lagi kenyataan bahwa biaya hidup setelah punya anak lebih berat, termasuk munculnya kondisi pandemi, tentunya saya tidak bisa hanya berdiam diri. Saat itu juga saya memutar otak untuk mencari cara lain bagaimana saya bisa men-support kondisi suami saya dengan kondisi saya sekarang ini. Itulah satu titik dimana saya memutuskan untuk terjun ke dunia digital dengan membuat akun Instagram atas nama anak saya @emilyhidayat, dimana saya bisa menyalurkan passion saya untuk berbagi pengetahuan dengan Ibu-Ibu Cerdas lainnya. Disini bukan berarti saya lebih pintar atau bermaksud menggurui tetapi mungkin ada kalanya saya sudah mengalami suatu kondisi terlebih dahulu daripada beberapa Ibu lainnya sehingga apa salahnya bagi saya untuk membagikan hal tersebut melalui media sosial.

Melalui media sosial yang bisa diakses dimanapun dan oleh siapapun, saya menjadikan media itu sebagai jurnal perkembangan anak saya, sekaligus untuk sharing baik kehidupan sehari-hari anak saya, me-review product yang menurut saya bagus buat anak, hingga berbagi resep Mpasi. RUPANYA, kegigihan saya itu membuahkan hasil. Dari diskusi dan obrolan dengan Ibu-Ibu cerdas lainnya itu selain menambah teman juga menambah jumlah Follower Instagram saya, dan bahkan saat ini saya mulai dipercaya oleh beberapa brand ternama untuk mengiklankan produknya. Dari situ saya bisa memperoleh pendapatan atau minimal bisa memenuhi kebutuhan buat anak saya melalui konten digital. Bisa dilihat, meski dirumah saja pun ternyata kita masih tetap bisa produktif.

Selain itu, melalui dunia digital ini, bukan hanya saya yang membagikan cerita kepada Ibu-Ibu lainnya, tapi secara timbal balik saya juga mendapat banyak sekali manfaat dan tentunya ilmu-ilmu baru. Dan untuk terus bisa memberikan informasi dan memahami kondisi terkini, tentunya kita harus terus mau belajar, salah satunya dengan mengikuti kelas online. Itulah alasan mengapa saya mengikuti Webinar yang diadakan oleh MY BABY pada tanggal 29 Agustus 2020 yang lalu mengenai “Digital Financing 101 for Mom”. Melalui webinar tersebut saya juga semakin dikuatkan bahwa dunia digital ini semakin besar peranannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk bagaimana kita bisa memanfaatkan dunia digital ini untuk menuju hasil yang lebih baik. Mendengarkan cerita dari Speaker Ibu Ria, saya juga mendapat kekuatan untuk merintis bisnis baru saya secara online. Saya ingat sekali Ibu Ria mengatakan bahwa suatu bisnis itu tidak dibangun dalam 1 hari, tapi bagaimana kita memiliki komitmen untuk memulai sesuatu dari nol menjadi sesuatu yang membuahkan hasil, itu yang terpenting. Jadi bisnis online shop yang Ibu Ria miliki saat ini pun tentunya sama-sama dimulai dari nol tapi yang membedakan bisnisnya dengan bisnis orang lain sehingga masih bisa bertahan hingga saat ini adalah semangatnya. Saya yakin bahwa setiap proses yang kita jalani itu tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Di dalam menjalankan bisnis tersebut juga jangan lupa untuk menerapkan konsep digital financing yang telah diajarkan oleh Speaker Ibu Prita, dimana sejak awal kita harus bisa membagi dana secara pos per pos, termasuk untuk bisnis harus dipisahkan atau dibedakan dari dana harian sehingga tidak akan mempengaruhi keuangan harian kita. Dari situ kita bisa memanfaatkan hubungan baik kita dengan teman dan customer untuk meningkatkan transaksi penjualan. Termasuk prinsip dimana kalau kita mau berbisnis wajib berpegangan pada konsep bagaimana kita bisa menghasilkan suatu produk yang Value for Money. Value for Money disini artinya produk yang dihasilkan harus memiliki kualitas yang terbaik dengan harga yang terjangkau. Hal ini juga harus kita terapkan pada kehidupan harian kita sebagai Ibu yang Cerdas, yakni kita harus bisa memilih dan menggunakan produk yang Value For Money, seperti produk-produk dari MY BABY yang juga menjunjung tinggi prinsip Value For Money ini dan saya setuju sekali karena saya juga menggunakan produk MY BABY karena kualitasnya yang sudah terjamin bagus sejak dahulu kala dengan harga yang terjangkau.

Sebagai penutup, hal-hal diataslah yang membuat saya yakin dengan suatu kesimpulan bahwa SEMUA IBU ITU KUAT, karena dengan semangat yang dimiliki seorang ibu, dia bisa melakukan apapun yang dia mau. Sesibuk-sibuknya seorang ibu, selalu ada jalan yang bisa dia temukan dan lalui. Jadi daripada hanya berdiam diri, yuk kita pergunakan kesempatan yang ada dengan sebaik mungkin. Tetap semangat untuk mengembangkan diri, menambah ilmu, demi pribadi yang lebih baik dan tentunya Mommy yang terbaik buat anak kita. Semoga tujuan dari tulisan saya ini bisa tersampaikan dan pastinya saya berharap saya bisa menjadi bagian dari Duta Ibu Cerdas MY BABY 2021 agar saya bisa terus mengasah kemampuan saya dan saling berbagi dengan Ibu Cerdas lainnya. Terimakasih.

Digital Financing