Jamilatul Istiqomah
Mengatur Keuangan dengan Memfungsikan Digital
Diposting pada tanggal: 31-08-2020


82 Likes
Selama masa pandemi Covid-19 pemerintah menganjurkan untuk dirumah saja. Akibatnya ada kebiasaan baru seperti halnya perubahan transaksi yang biasanya kita melakukan pembayaran secara langsung/cash sekarang transaksinya secara digital. Khususnya selama memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti berbelanja kebutuhan pokok seperti sembako serta kebutuhan dasar untuk anak seperti perlengkapan mandi, popok ataupun susu bisa dilakukan dengan cara transaksi melalui digital santai dirumah tinggal klik lalu bayar. Kadang juga ecommerce tidak banyak yang menyediakan pembayaran setelah barang ditempat atau COD (Cash On Delivery) melainkan bayar terlebih dahulu melalui rekening. Alhasil kita juga harus mendowmload dompet digital smartphone kita agar memudahkan ketika bertransaksi.
Hidup di dunia digital era sekarang kita harus cerdas dalam menyikapi serta mengaturnya. Kemarin pada sabtu, 29 Agustus 2019 Alhamdulillah merasa beruntung sekali dapat mengikuti webinar yang diadakan my baby dengan tema Digital Financing for mom 101 bersama Mbak Prita Ghozi dan Mbak Ria Sarwono. Kenapa sih saya memutuskan untuk ikut webinar tersebut? Sebab temanya itu reality banget dikehidupan sehari-hari jadi aku gak cuma dapat ilmu secara batin tapi juga secara lahir karena saya praktekkan dikehidupan sehari-hari. Keseharian kita pasti gak lepas dari namanya pengaturan keuangan bukan? Apalagi sebagai ibu rumah tangga sebagai bendahara rumah kita harus cerdas mengatur financial/keuangan. mengatur keuangan dimasa mudah sebelum pandemi saja kadang susah apalagi dimasa sulit seperti sekarang. Entah kapan juga berakhirnya masa pandemi ini kita juga belum tahu. Kesulitan financial dimasa pandemi menjadi salah satu tantangan yang kita hadapi bukan? Tak bisa dielak, pada masa pandem suami sebagai tulang punggung keluarga sekarang bekerja sangatlah terbatas bahkan pemasukan terasa terhambat.
Nah, maka dari itu aku ingin membagikan tips mengatur keuangan dengan memfungsikan digital antara lainnya sebagai berikut :

1. Mendownload aplikasi pengatur keuangan
Kalau jaman ibuku dulu, Beliau mencatat anggaran itu dengan menulis diatas buku. Setelah itu kalau mau lihat catatan anggaran agat next time bisa lebih hemat pasti tulisan tersebut sudah hilang entah kemana atau tidak kadang malah tulisannya luntur. Hah, ditulis payah-payah eh malah sia-sia, sedih. Nah kalau sekarang era digital, semua gak seribet jaman old. Nah kita juga harus turut mengikuti era-nya bukan? Dengan cara mendowmload aplikasi pengatur keuangan kita bisa membuat anggaran, karena itu perlu kita lakukan ya agar kita mampu mengontrol apa-apa yang harus kita beli dan yang tidak dibeli dalam pengeluaran kita. Dari situ aplikasi keuangan mampu melacak income kita dan pengeluaran jadi kita tahu dari hasil pelacakan tersebut dijadikan acuan untuk menyusun anggaran keuangan di waktu selanjutnya agar lebih hemat dari sebelumnya atau pengeluaran kita tak mubadzir. Mengatur anggaran keuangan yang baik dan rinci akan memudahkan hidup kita dari keborosan bukan?

2. Menggunakan transaksi digital
Dengan transaksi secara digital itu dapat membantu kita tidak ribet membawa segepok uang, menunggu uang kembalian, malah kita juga bisa terhindar dari kehilangan dan kejahatan loh misal penjambretan dan sejenis pencurian lainnya. Serta memudahkan kita transaksi praktis, aman dan cepat tentunya. Nah dari transaksi digital pula nanti kita juga bisa melihat riwayat pengeluaran juga sangat berguna untuk melakukan pengendalian keuangan serta kita juga bisa preventif dari anggaran yang berlebihan. Dari melacak pengeluaran, kita pun dapat mengetahui dimana saja uang digunakan, mengevaluasi masalah keuangan melalui riwayat pengeluaran yang tersedia, hingga membantu kita mencapai tujuan keuangan yang baik.

3. Menghasilkan uang dari digital
Pada digital kita juga bisa menghasilkan uang. Pekerjaan yang menyenangkan sekali, hobi menghasilkan uang. Dari hobi kita misalnya seperti main game, dandan/make up, take video/take photo, menulis dan masak.
a). Main Game
Sudah terbukti ya bahwa hobi main game itu bisa menghasilkan uang seperti tim eSports RRQ pemain esports profesional (pro player) juga bisa menghasilkan uang. Bahkan, pro player esports juga bisa membeli mobil dari hasil jerih payahnya. Informasi ini dibeberkan oleh CEO Tim Esport Rex Regum Qeon (RRQ), Andrian Pauline. (Dikutip dari liputan.com) gimana keren bukan?
b). Dandan/make up
Dari hobi suka dandan /bahasa bagusnya yaitu make up, kita bisa menghasilkan uang. Karena masa pandemi dianjurkan untuk dirumah, untuk yang suka make up kita juga bisa menghasilkan uang dengan cara membuka kelas make up online misalnya sembari promosi di media sosial WA Group, Instagram, Twitter dll kita juga bisa menampilkan testimoni dan hasil dari make up an yang dibuat.
c). Take video/photo
Ada yang suka mengabadikan momen jadi sering take video/photo. Dari hobi tersebut kita menghasilkan uang salah satunya menjadi influecer di media sosial misalnya di Instagram banyak juga yang menjadi influencers dari berbagai platform seperti vybes, Allstars, sociabuzz dan lainnya masih banyak lagi. Karena di era digital banyak brand yang menggunakan social media sebagai marketing mereka.
d). Menulis
Hobi menulis kita bisa aplikasikan dengan cara blogging. Apapun hobi kita bisa bagikan diblog jadi bisnis kita loh. Menulis blog juga bisa kita manfaatkan untuk menghasilkan uang. Dengan cara menulisnya menggunakan website agar lebih mudah dibaca oleh mesin pencari Google. Dan kita harus membuat konten menarik dan yang sedang dicari banyak orang agar mudah mendaptkan pengunjung di blog kita, nah dari situ kita bisa memonetisasi website dengan memasang iklan pada halaman artikel.
e). Masak
Punya hobi masak ? Kita bisa menggunakannya sebagai jualan online. Gabung di aplikasi digital seperti gojek / grab, kita bisa masak dengan layanan pesan antar. Jadi meskipun jualan masakan kita secara offline kita juga bisa online dengan menggunakan layanan digital yang tersedia.
Akan tetapi dari hobi-hobi tersebut jika kita memulai untuk usaha sampingan dimasa sulit seperti ini jangan pernah kita hutang ya. Harus menghindari hutang, sebab kalau ambil hutang takut kalo gak mampu bayar cicilannya sebab bertahan hidup dengan pemasukan terhambat itu pas-pas an buat memenuhi kehidupan keseharian. Jadi kita bangun usaha sampingan dari hobi kita dengan barang seadanya. Misal main game hp atau perlatannya harus baru, suka take photo/video beli kamera mahal, make up jadi stock banyak peralatan make up,menulis harus membeli laptop, masak menambah peralatan baru. Untuk itu jangan dulu ya karena kita tidak tahu kapan berakhir masa pandemi ini. Takutnya beli barang baru dengan hutang malah memperburuk keadaan dengan tidak mampu membayar cicilan so kita gunakan barang yang ada di rumah ya, seadanya malah bikin kita jadi kreatif loh, coba aja deh kalo gak percaya.

4. Pisahkan rekening
Kita juga harus pintar mengalokasikan keungan. Setiap kita gajian, mendapat gaji dari bisnis sampingan atau gaji suami kita usahakan pisahkan rekeningnya jadi gak campur aduk jadi satu sehingga uang kita tak akan kita gunakan sesuka hati. Pisahkan rekening pos untuk dana darurat kita butuhkan ketika masa kepepet nanti karena kita tidak tahu kapan datangnya masa tersebut. Rekening pos gaji suami buat kebutuhan keseharian, kalo sisa maka masukin dana darurat. Lalu pos rekening usaha masukin rekening usaha agar tahu ternyata segini toh income outputnya serta rugi untungnya.

5. Hemat Berbelanja
Pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan pokok dan kebutuhan dasar anak pasti terjadi. Pada digital kita juga bisa berkeliling untuk mencari barang yang dibutuhkan dengan harga lebih murah. Seperti berbelanja menggunakan promo, diskon dan cashback itu juga bisa menghemat pengeluaran kita. Serta jangan lupa kita harus mementingkan kebutuhan bukan keinginan ya. Ingat bahwa kita harus berhemat.

6. Evaluasi atau check up keuangan
Dari evaluasi/check up keuangan, kita bisa tahu kondisi keuangan yang sebenarnya, masalah apa yang terjadi pada keuangan kita, agar kita busa mengambil langkah yang tepat untuk melakukan perbaikan terhadap kondisi keuangan. Evaluasi keuangan check-up bisa kita lakukan lakukan secara periodik, baik setiap bulan, setiap enam bulan, atau setahun. Dengan memeriksa hal-hal seperti mampu beli apa aja,utang atau kewajiban, jumlah income serta output, dan jumlah tabungan, kita bisa mendapatkan banyak manfaat juga. Mengatur secara cerdas keuangan pribadi, mengetahui aliran uang yang dikeluarkan, lebih berhati-hati menggunakan uang.

Nah, sebagai ibu rumah tangga kita dituntut cerdas dalam mengelolal keuangan dimasa sulit ini. Maka dari itu semoga dengan adanya tips diatas mengelola keuangan dengan mengfungsikan digital bisa membantu dalam mengelola keuangan dengan cerdas.

Digital Financing