Risya Nur Amalia
Mengenal Generasi Alpha Lebih Dekat
Diposting pada tanggal: 12-10-2020


36 Likes
10 Oktober 2020 lalu, saya beruntung telah mengikuti Webinar terakhir dalam event Momversity yang diselenggarakan oleh MY BABY dan MotherBabyIdn. Webinar kali ini dihadiri oleh Novita Tandry sebagai Psikolog Anak & Remaja dan Donita sebagai Artis & Mom influencer. Tema yang diangkat sangat menarik yaitu Digital Parenting 101. Tema ini sangat relatable sekali, dimana ini menjadi tantangan sendiri ketika harus membesarkan anak di zaman era digital seperti sekarang ini, dan dari webinar ini pun, saya menemukan istilah baru yang cukup familiar yaitu Generasi Alpha.

Apa Itu Generasi Alpha?

Generasi Alpha ialah generasi yang lahir diantara tahun 2005 keatas sampai tahun 2024. Penamaan alpha berasal dari bahasa Yunani, yang dipilih untuk meneruskan penamaan alfabet generasi sebelumnya yaitu Generasi X, Genarasi Y dan Generasi Z.

Generasi Alpha disebut-sebut sebagai generasi yang paling cerdas dibangdingkan generasi sebelumnya, hal ini pun sesuai dengan faktanya. Dimana anak yang terlahir pada tahun-tahun 2000an ini, lahir ketika zaman sudah sangat canggih. Maka tidak heran generasi alpha pun, hidup berdampingan dengan teknologi dan digital yang begitu pesat. Gadget adalah mainan sehari-harinya, banyak anak balita dari generasi ini mahir mengoperasikan gadget tanpa bantuan orang tua. Karena begitu akrabnya mereka dengan gadget, tidak heran banyak anak yang berada dalam tingkatan kecanduan gadget. Selain kecanduan gadget, banyak pula tantangan orang tua untuk mendidik generasi alpha agar sukses di masa mendatang, seperti kurangnya bersosialisasi akibat gadget yang mampu menjangkau dunia maya maka anak lupa dengan dunia nyata, sopan santun dan disiplin yang lebih rendah dari generasi sebelumnya, serta konsentrasi yang pendek.

Memang menjadi orang tua dari generasi alpha tidaklah mudah, orang tua dituntut untuk memberikan bekal yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Berikut kiat-kiat mendidik anak generasi alpha;

1. Batasi Anak Dalam Memakai Gadget
Orang tua harus sangat disiplin dalam menerapkan durasi screen time pada anak agar terhindar dari dampak negatif dari gadget itu sendiri. Durasi yang aman bagi anak usia 2-3 tahun adalah maksimal 30 menit.

2. Dampingi Saat Anak Memakai Gadget
Gadget sendiri sebenarnya memiliki dua sisi, yaitu positif dan negatif. Generasi alpha juga tidak dapat lepas begitu saja dengan gadget, di masa mendatang generasi alpha pun dituntut untuk melek teknologi. Maka peran serta orang tua sangat diperlukan dalam hal ini. Orang tua dapat memilah konten apa yang baik untuk anak serap dan konten yang tidak baik untuk anak simak, agar manfaat dari gadget itu dapat tersampaikan dengan baik kepada si anak.

3. Bukalah Komunikasi Secara Dua Arah
Selain mendampingi, orang tua juga diharapkan dapat mengajak anak berkomunikasi secara dua arah. Hal ini dapat membantu anak untuk tetap berinteraksi dengan orang sekitar tanpa melulu berkutat dengan gadget.

4. Alihkan Anak Dari Gadget
Ketika pemakaian gadget tengah sampai batas kecanduan, Ibu dapat mengajak anak untuk menciptakan permainan yang edukatif. Tidak perlu beli, gunakanlah barang-barang yang ada di rumah. Contohnya membuat rumah-rumahan dari kardus bekas, melukis cangkang telur, membuat slime dan masih banyak lagi.

5. Tanamkan Pendidikan Agama
Penanaman pendidikan agama sejak dini sangatlah baik, untuk membantu generasi alpha menentukan langkah yang baik dan buruk kedepannya.

Figur orang tua sangatlah penting untuk memberikan banyak pelajaran agar anak memiliki cukup life skill dan tidak menjadi generasi instant yang bergantung pada teknologi.

Semoga bermanfaat :D
#TipsIbuCerdasMYBABY

Digital Parenting