Nony Erau Nurtia
Tidur Kegiatan Produktif Bagi Balita
Diposting pada tanggal: 23-10-2020


33 Likes
Hai moms, saya kembali mengingat webinar my baby kedua dengan tema stay healthy, be happy, dokter Margareta menyampaikan bahwa tidur yang cukup menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sistem imun anak.
Nah, sebagai ibu dengan dua anak balita saya tertarik menggali informasi lebih dalam tentang manfaat tidur bagi mereka.

Tidak hanya bermain ternyata tidur merupakan kegiatan produktif bagi anak loh moms. Ketika anak tertidur lelap, otaknya memproduksi hormon yang berperan penting bagi pertumbuhan atau disebut Human Growth Hormone (HGH), memorinya mencerna dan mempelajari aktivitas dan wisdom yang ia dapat hari itu serta mengembalikan energi dan mood anak agar tetap ceria.

Tidur tidak hanya soal kualitas ya moms, tapi juga kuantitasnya. Nah, berapa jam sih waktu yang dibutuhkan anak untuk tidur? menurut dokter anak jawabannya ialah
a. Bayi usia 0-3 bulan (14-17 jam), dan usia 4-11 bulan (12-16 jam)
b. Anak usia 1-2 tahun (11-14 jam), dan anak usia 3-4 tahun (10-13 jam)
Jumlah jam tidur tersebut bisa dikombinasikan antara tidur siang dan tidur malam. Idealnya anak usia 1-5 tahun membutuhkan waktu tidur siang sekitar 1.5 - 3 jam sehari, dan sisanya bisa dipenuhi saat tidur malam. Sehingga tidur tidak harus dalam satu waktu.

Selain itu, berdasarkan penelitian memiliki waktu tidur siang yang berkualitas disela aktivitas anak juga memberikan manfaat tersendiri yaitu menghindari stress dan kelelahan pada si kecil, meningkatkan fokus dan konsentrasinya, mengurangi tantrum, mendukung perkembangan emosional anak dan membuat tidur malamnya berkualitas. Oleh sebab itu, sangat disayangkan jika diusia balita kita melewatkan waktu tidur siang anak dan tidak membiasakannya.

Namun balita adalah usia yang lagi senang-senangnya bermain dan eksplore dunia sehingga tak jarang anak justru sulit diajak tidur siang. Ada beberapa tips yang biasa saya lakukan untuk membiasakan anak tidur siang nih moms. Berikut tipsnya.

Pertama, tidak memaksa anak tidur siang dengan marah atau membentak. Moms cukup membiasakan "waktu tenang" dengan mengajaknya ke kamar di waktu yang sama setiap harinya. Membentuk rutinitas sebelum tidur seperti membasuh kaki tangan, membacakan cerita atau memijit lembut anak. Usahakan tidur siang setelah anak makan, sehingga tidak terganggu dengan rasa lapar. Buat suasana kamar senyaman mungkin bagi anak, misalnya dengan menghidupkan penyejuk ruangan atau AC dan menutup hordeng agar lebih redup. Biarkan anak mengantuk dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa tidur.
Kedua, biasanya anak lebih cepat tidur jika merasa lelah. Nah, 1 atau 2 jam sebelum tidur moms bisa mengajak anak beraktifitas aktif dan mengeluarkan banyak energi seperti berlari atau melompat. Bagi saya ini cara yang ampuh agar anak mudah diajak tidur siang.
Ketiga, hindari waktu tidur siang yang terlalu sore karena hal ini justru akan membuat jadwal tidur malam anak terganggu.
Keempat, aware dengan tanda-tanda anak mengantuk seperti menguap, rewel, mengucek mata, dan serba salah. Jika tidak segera mengajak anak tidur, justru kita bisa kehilangan waktu tidurnya yang berkualitas, disebabkan anak terlalu lelah.
Kelima, konsistensi. Jika moms sudah memiliki jadwal rutin tidur siang anak. Usahakan penuhi waktu tidur siangnya dalam kondisi apapun. Sebagai contoh ketika anak sedang diasuh oleh orang lain, sampaikan bahwa anak memiliki waktu tidur siang sehingga anak tidak diajak beraktifitas di jam tersebut.

Yuk moms, kita biasakan anak khususnya balita untuk rutin tidur siang agar mendapatkan manfaatnya. Ternyata tidur punya segudang kebaikan ya bagi anak. Semoga tulisan ini bermanfaat moms.

Stay Healthy