Muthia Ulfah
WASPADA DAMPAK LABELLING PADA ANAK
Diposting pada tanggal: 19-10-2020


35 Likes
Di acara Online Talkshow 101 Digital Parenting for Mom kemarin, saya diingatkan kembali betapa pentingnya orangtua untuk memahami proses umum pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dengan memahami proses umum tumbuh kembang anak, orang tua akan lebih siap mengoptimalkan antensi dan stimulasi yang tepat dalam pengasuhan, seperti menghindari "labelling" terhadap anak, baik itu "labelling" positif atau negatif.

Menurut A Handbook for The Study of Mental Health, labelling adalah sebuah definisi yang diberikan pada seseorang akan menjadi identitas diri orang tersebut dan menjelaskan tentang tipe bagaimanakan seseorang itu.

Misalnya ketika anak 3 tahun tidak membereskan mainannya, orang tua atau orang disekitar langsung melabelinya sebagai anak yang malas. Padahal pada tahap pra-operasional ini, anak senang melakukan apa yang ia suka dan kesulitan untuk melihat dari sudut pandang dan perasaan orang orang lain.

Labelling tentu berdampak pada kesehatan mental anak. Labelling bisa membuat anak tertekan, menghambat eksplorasi dan pertumbuhannya, juga menjadikan anak terlalu percaya diri, merendahkan orang lain, dan merasa rendah diri karena sering diremehkan. Untuk menghindari labelling pada anak, yuk lakukan 4 hal ini :

-1- Posisikan diri sebagai anak
Kita bisa ingat kembali bagaimana rasanya dilabeli oleh orang tua dan lingkungan atas perilaku kita di masa kecil. Betapa sedihnya jika dicap pemalas padahal kita sudah mengusahakan yang terbaik.

-2- Ajak anak berkomunikasi 2 arah
Komunikasi 2 arah membuat komunikasi menjadi efektif karena ada timbal balik dari anak dan orang tua untuk saling memahami.

-3- Fokus kepada perilaku, bukan pelaku
Ketika anak melakukan hal positif, kita bisa memuji usahanya agar ia menghargai setiap upaya yang dilakukan. Jika anak melakukan kesalahan, beritahu apa kesalahannya. Bila perlu, dampingi anak untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

-4- Meminta maaf dan introspeksi diri
Tidak ada orang tua yang sempurna. Minta maaf kepada anak jika kita terlanjur melabeli dirinya dan evaluasi pola asuh yang selama ini kita lakukan.

Ayo manfaatkan era digital ini untuk terus meningkatkan ilmu pengasuhan bagi calon generasi unggul di masa depan. Tetap semangat, Moms! Selamat malam ^^

Digital Parenting