Dosni Arihta
Digital Parenting itu Mudah. Yang penting, jangan Kalah asyik sama Gadget!
Diposting pada tanggal: 18-10-2020


9 Likes
Saya senang sekali dengan Mybaby. Selain produk-produknya saya sukai, kegiatan-kegiatannya juga saya gemari.

Seperti baru-baru ini,setelah mybaby Momversity mengadakan webinar mybaby mengenai "Digital Parenting 101 for Mom" kemarin, pemikiran saya sebagai orangtua jadi terbuka. Banyak sekali ternyata hal hal sederhana yang bisa saya lakukan agar Gadget tidak mendominasi dalam keseharian anak.
Pertama, saya jadi belajar mengenai tahap-tahap perkembangan anak. Ketika saya tahu, bahwa anak di usia 2-7 tahun itu belajar dari setiap pengalaman yang ia lakukan, saya pun bertekad untuk menjadi mama yang asyik buat anak saya.

Bagaimana ya Caranya? Saya pun berpikir untuk selalu menemani tumbuh kembangnya. Kemudian, muncullah sebuah ide untuk membuat jadwal kegiatan harian untuk anak saya.

Apa saja contoh kegiatannya? Banyak banget loh mom. Justru di era digital begini, berbagai macam ide kegiatan dan permainan sudah sangat mudah untuk diakses dan didapatkan. Saya bahkan bisa belajar membuat playkit sendiri atau dapat juga memesan secara online dengan mudah.
Nah, untuk membuat jadwalnya, ini ada beberapa tips sederhana yang mungkin bisa diterapkan oleh Moms yang lain juga :
1. Pastikan anak melakukan aktivitas (indoor dan outdoor) tanpa gadget dengan tema tertentu, misalnya musik, sains, art&craft;, sensorimotor, dan sebagainya.
2. Buat perjanjian dengan anak dan diketahui serta disepakati oleh semua orang yang ada di rumah mengenai batasan saat screentime, misalnya hanya saat weekend atau dalam satu hari maksimal 30menit/1jam.
3. Screentime pada anak hanya boleh diberikan jika anak sudah melakukan syarat yang disepakati, misalnya : setelah selesai mandi, makan, dan sudah MERAPIKAN mainan.
4. Selalu sisipkan jadwal untuk membaca buku setiap hari agar anak terbiasa mengeksplorasi suatu cerita dari buku dan lebih tertarik untuk berinteraksi melalui kegiatan membaca (daripada hanya pasif menonton video)
5. Ciptakan bonding dengan cara menemani anak bermain (floor time) minimal 30 menit/1jam setiap hari agar kepatuhan anak dapat terbentuk krn sudah ada ikatan baik dgn orangtua.
6. Buat aturan juga untuk orang dewasa dirumah agar melakukan aktivitas screentime saat sedang tidak bersama anak atau pada saat anak sudah tidur saja sehingga orangtua dapat jadi role model yang baik untuk anak-anaknya.

Poin lainnya bisa ditambahkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing ya mom.

Buat saya pribadi sih,gadget hanya dipakai sebagai pendukung sarana anak belajar saja. Contohnya, saya hanya memberikan video musik berisi lagu-lagu atau video edukatif dengan satu bahasa yang memang saya pergunakan dalam aktivitas sehari-hari. Jadi, saya bukan tipe yang antipati terhadap dunia digital nih, akan tetapi saya tetap menyaring media-media apa saja yang masih bisa untuk ditonton oleh anak-anak.

Perlu kita akui, bahwa anak-anak yang lahir di generasi alpha ini memang memiliki kemampuan intelektual yang sangat baik. Tentu saja itu karena dunia digital sudah sangat dekat dengan keseharian anak. Makanya, saya juga tidak mau kalah, untuk jadi lebih dekat dengan anak. ????

Saya tetap optimis, pemberian Gadget kepada anak bukanlah prioritas utama. Selain Gadget memang belum terlalu diperlukan untuk anak di usia dini, saya juga berpikir bahwa ada banyak hal positif yang hanya kita
(manusia) yang bisa ajarkan ke anak mengenai keterampilan-keterampilan dasar dalam hidup, misalnya belajar empati, ramah, bertanggung jawab serta mandiri. Semua itu tidak bisa dipelajari oleh anak hanya melalui Gadget saja, bukan?
Itulah sebabnya, kehadiran kita sebagai orangtua, sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak-anak di era digital ini. Jika kita dapat terus mengupgrade diri dan jadi orangtua yang 'asyik' , pasti anak-anak akan lebih suka menghabiskan waktu bersama dengan kita-orangtuanya.

Jadi, Selamat mencoba tips sederhana tadi ya mom, semangat! ????

Dee.

Digital Parenting