Editha Aldillasari Rodianto
Tips and Trick to Start and Maintain Your Own Business During Pandemic
Diposting pada tanggal: 02-10-2020


989 Likes
Hi moms, kali ini aku akan melanjutkan sharing dari class momversity dengan tema "Digital Financing 101 for Mom".
Dan untuk tulisanku kali ini akan lebih membahas mengenai sub tema ke-2, yaitu "tips and trick to start and maintain your own business during pandemic" yang dipaparkan oleh Ria Sarwono selaku founder dari cottonink.

Seperti yang kita tahu bahwa banyak ruang lingkup yang terdampak dari pandemi yang terjadi saat ini, khususnya dalam bidang ekonomi. Pun banyak juga karyawan yang mengalami pengurangan salary bahkan pemutusan kerja. As a wife that known as a ceo (chief of everything), tentunya kita harus memutar otak agar tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga disaat penghasilan suami mulai berkurang, salah satunya dengan membuka usaha bisnis. Biar pun hanya bisnis kecil-kecilan seperti dalam bidang food and beverage tapi nyatanya sangat bisa membantu mengkokohkan kembali perekonomian rumah tangga lho moms.

Berikut beberapa tips and trick untuk memulai bisnis dari Mba Ria Sarwono:
1. Membuka usaha bisnis sesuai dengan modal yang ada.
Jadi manfaatkan apa yang ada di rumah dan jangan sampai berhutang. Sebagai contoh jika misalnya moms akan berjualan food and beverage, maka moms bisa menggunakan alat masak seadanya yang terdapat di rumah tanpa harus membeli alat masak baru yang katakanlah lebih canggih. It's a big NO untuk berhutang.
2. Menggunakan sistem Pre-Order.
Sistem PO memungkinkan moms untuk mendapat pemasukan terlebih dahulu dan dari uang PO yang ada dapat moms putar kembali untuk post-post yang lain sehingga cash flow tetap dapat berjalan. Selain itu, sistem PO ini membuat penjual dapat menentukan jumlah produksi lebih jelas dan efisien serta kemungkinan produksi berlebih pun tidak ada. Dan keuntungan lainnya, yaitu penjual dapat membaca pasar (mengetahui kecenderungan keinginan konsumen) sehingga dapat menentukan produk apakah yang sekiranya akan menghasilkan keuntungan berlebih nantinya.
3. Manfaatkan relasi dan teknologi seperti teman-teman dalam WhatsApp group untuk berjualan ataupun media sosial lainnya.
4. Rekening tabungan bisnis dan pribadi WAJIB dipisah ya moms agar tidak terjadi tumpang tindih dan dengan adanya rekening yang berbeda, maka moms bisa membuat perincian yang lebih detail terkait usaha moms.

Jika moms sebelumnya sudah memiliki bisnis, namun mengalami kendala seperti menurunnya penjualan dan pendapatan, berikut adalah tips and trick dari Mba Ria Sarwono:
1. Analisis apa yang dibutuhkan konsumen.
Seperti halnya Mba Ria, usahanya dalam bidang fashion pun sempat mengalami penurunan, namun dengan segera mba ria dan timnya melihat apa yang dibutuhkan masyarakat dikala pandemi ini seperti contohnya masker. Selain itu dengan banyaknya karyawan yang melakukan WFH dan melakukan zoom meeting, maka baju yang dibutuhkan pun tentunya merupakan koleksi rumahan yang lebih santai, adem, namun tetap chic untuk digunakan saat meeting. Pertimbangan inilah yang akhirnya membuat cottonink mengeluarkan produksi masker dan homey set yang ternyata diminati di pasaran.
2. Campaign produk.
Maksud dari campaign ini adalah memberikan cerita mengapa produk ini dijual atau latar belakang produk, seperti contoh yang dilakukan cottonink bahwa banyak karyawan yang terdampak dari setiap baju yang dijual (every clothes matter for them). Ataupun melakukan fundraising campaign seperti setiap pembelian yang konsumen lakukan maka penjual akan menyisihkan beberapa persen untuk disumbangkan.
3. Negosiasi.
Mba Ria mencontohkan bahwa negosiasi ini penting khususnya bila bisnis yang dilakukan memiliki offline store. Seperti yang kita tahu bahwa seluruh mall tutup pada awal pandemi, namun di satu sisi penjual yang menyewa kios tetap harus membayar sewa. Disinilah pentingnya bernegosiasi dengan pemilik kios contohnya agar diberikan keringanan.
4. Koneksi dan komunikasi
Jika disaat awal berjualan relasi memegang peranan penting, maka koneksi dan komunikasi menjadi hal yang utama untuk bisnis yang telah berjalan. Sesederhana mengucapkan hai ataupun menanyakan kabar pada konsumen lama, sehingga mereka merasa spesial dan nantinya hal ini membuat mereka tetap ingat dengan brand kita.

Last but not least, insight dari Mba Ria adalah jika kalian merasa bisnis kalian stuck ataupun begini-begini saja, maka ingat kembali tujuan awal membangun bisnis dan terus tetap jalani karena tidak ada hal yang instan di dunia ini :)

Digital Financing