Puput Lestari, SE
Bijak Mengatur Keuangan Dalam Rumah Tangga & Bisnis
Diposting pada tanggal: 11-09-2020


1342 Likes
Hallo moms, apa kabar? Semoga semakin semangat ya. virtual kiss from mama Lituhayu yah. I Love You ??

Di dalam kondisi seperti ini banyak hikmah yang dapat kita ambil. Banyak waktu untuk selalu #dirumah saja. Bagiku sebagai ibu Rumah Tangga yang disibukkan dengan mencuci, memasak, bahkan merangkap sebagai seorang pengusaha bukan hal yang mudah.
Seiring perkembangan zaman di era Milenial saat ini stigma seorang Ibu Rumah Tangga yang tidak dapat bekerja bisa dipatahkan. Apalagi di saat ini kemajuan tekhnolgi mendorong semua orang untuk bisa menggunakan internet.

Sebagai orang yang aktif dalam mencari ilmu dan informasi, saya mengikuti webinar “Digital Financing 101 For Mom’ yang diadakan oleh @mybaby dan @motherbabyind. Yang dipandu oleh Nucha Bachri (Co-Foounder Parentalk.id) serta narasumber yang keren-keren seperti Mbak Prita Ghozie (Principal Consultant & CEO #zapfinance), dan Mbak Ria Sarwono (Founder, Brand & Marketing Director COTTONINK).
Banyak ilmu yang bisa saya dapatkan untuk bekal usaha yang sedang saya jalani saat ini. Sehingga informasi ini wajib sekali saya share kepada semua moms di Indonesia untuk sama-sama menyimak apa saja sih yang disampaikan webinar kemarin.

Kebetulan saat ini saya sedang menggeluti usaha kuliner dan Reseller pakaian anak-anak, sehingga materi yang disampaikan oleh Mbak Prita Ghozie (Principal Consultant & CEO #zapfinance) sangat membatu dalam perkembangan usaha saya sebagai ibu rumah tangga yang produktif.

1. Evaluasi Sumber Penghasilan
Penghasilan yang kita dapatkan cukup atau kurang untuk memenuhi kebutuhan.

2. Pembagian Keuangan Rumah Tangga
a. Living
Sebagai ibu Rumah Tangga yang produktif setiap bulan pasti rutin untuk mengeluarkan dana tiap bulan, sehingga wajib untuk disisihkan agar tidak merusak dana lainnya.
b. Playing
Harus memiliki dana untuk pembelanjaan lainnya diluar biaya living, karena ini sifatnya tidak wajib.
c. Saving
Walaupun dalam keadaan normal atau saat pandemic saat ini kita harus menabung dari penghasilan tambahan tambahan. Contohnya : Untuk biaya pendidikan anak, untuk kesehatan, dan untuk tabungan masa tua nanti.
d. Dana Darurat
Dana ini dibutuhkan saat keadaan urgent, kadang kita tidak tau kan ya kedepannya kondisi kita seperti apa. Contohnya saja tahun 2018 kemarin ada keadaan darurat masuk Rumah Sakit sehingga diharuskan mengambil tabungan dana darurat tanpa mengambil tabungan lainnya. Karena setiap uang yang kita tabung harus di golong-golongkan dan buku tabungannya juga harus berbeda. Sehingga perencanaan keuangan bisa sesuai target dan jelas.

3. Jangan Memulai Bisnis dengan Hutang
Jadi awal mula saya memulai usaha kuliner 5 tahun yang lalu memang sudah terencana pada saat saya masih bekerja disalah satu perusahaan swasta sehingga gaji yang saya dapatkan mulai ditabung untuk memulai usaha kuliner yang dibantu oleh kedua orang tua saya pada saat itu. Pada saat saya memiliki baby saya mulai vakum di kantoran saya mulai menjajaki bisnis baru (mengepakkan sayap) di bidang fashion anak. Sehingga modal awal fashion anak ini duit dari gaji terakhir saya di perusahaan tersebut.

4. Punya Rekening Sendiri
Ketika kita memulai bisnis baru yang perlu di ingat jangan jadikan satu hasil usaha dengan gaji yang diterima masih bekerja di perusahaan. Jadi ketika saya memiliki 2 usaha saya menggunakan 2 buku tabunga, dan ketika saya punya pengeluasan tiap bulannya saya akan membedakan lagi buku tabungannya. Sehingga semua transaksi keuangan kita jelas.

Begitu pula penjelasan dari Mbak Ria Sarwono (Founder, Brand & Marketing Director COTTONINK) yang lagi-lagi me-refresh otak saya dalam menjalani usaha kuliner & pakaian ini. Kebetulan usaha pakaian anak ini saya menggunakan sistem Pre Order, utuk mengatur kestabilan cashflow dalam usaha ini. Sehingga produk yang Pre Order ini memang sesuai dengan yang dibutuhkan kosumen sehingga tidak ada barang tersisa. Di era globalisasi saat ini penggunaan internet sangat diminati semua orang. Tua, muda semua menggunakan internet sehingga semua informasi tersampaikan lebih cepat, apalagi dalam hal promosi internet berperan sangat penting. Penjualan online sebuah hal yang baru untuk usaha kuliner yang saya geluti saya juga mendaftarkan usaha saya di aplikasi ojek online. Perkembangan ekonomi dan teknologi yang cepat membuat bisnis seperti Usaha Kecil dan menegah harus kreatif dan inovasi dalam merencanakan strategi marketing secara online.
Nah untuk media informasinya bisa memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram, dan sekarang yang sedang hits adalah aplikasi Tiktok.

Tempat untuk promosi produk melalui internet sangat beragam ya. Jadi bagi moms yang bru mulai usaha, moms bisa pilih salah satu yang paling cocok dengan kebutuhan bisnis yang relevan dengan kebutuhan pasar. Jika punya banyak akun dan modal, atau moms bisa melakukan promosi disemua media sekaligus. Dengan memaksimalkan promosi melalui internet akan memaksimalkan penjualan produk yang ingin moms tawarkan.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan dalam menyampaikan informasi yang diadakan oleh @mybaby dan @motherbabyind Sabtu, 29 Agustus 2020 melalui Zoom. Semoga tulisan ini bermanfat untuk moms semua dalam memulai bisnis. Bersama-sama kita bisa (Kiss dan Peluk).

Salam,
Puput Lestari, SE.

Digital Financing