Puput Lestari, SE
Pengalaman Pribadi Dalam Mengedukasi Generasi Alpha di Era Digital
Diposting pada tanggal: 16-10-2020


634 Likes
Generasi milenial atau generasi alpha akan menjadi generasi paling banyak diantara generasi yang sudah ada. Mereka paling berpengaruh dalam kehidupan manusia saat ini, terutama dalam penyebaran informasi.
Tak hanya itu sebagai mom milenial aku tak heran kalau semua informasi parenting juga bisa di dapatkan melalui internet. Internet dan teknologi fungsinya membantu orang tua seperti aku untuk mendapatkan informasi yang real, tetapi bukan untuk menggantikan peran orang tua.

Anak adalah cerminan orang tua ya, jadi segala sesuatu yang dilakukan orang tua pasti anak juga menyerap di dalam otaknya. Sehingga sebagai orang tua kita juga harus memberikan sikap ,pembelajaran positif dan kasih sayang.

Kebetulan anakku sekarang toddler di usia 3 tahun. Untuk aku pribadi tidak memberikan gadget sebagai pembelajaran anak, tetapi aku yang harus aktif untuk memberikan edukasi kepada anak, tetapi untuk memberikan pembelajaran aku juga sering search apa saja sih aktifitas untuk toodler 3 tahu, dan itu tak jauh dari internet.

Sedikit pengalamanku akan aku sharing disini, mana tau bisa menjadi inspirasi buat moms hebat diluar sana.

Nah singkat cerita, kebetulan sebelum pandemi ini aku akhtif di pengajian dan selalu bawa Lituhayu anakku. Dan ibu-ibu komplek juga banyak yang bawa anak. Mungkin karena orang tuanya merasa agak repot akhirnya kebanyakan dari ibi-ibu komplek memberikan gadget ke anak, padahal durasi mengaji itu kurang lebih 4 jam. Nah siapa sih yang nggak tertarik dengan musik dan visual gambar anak-anak. Kebetulan Lituhayu itu memang nggak pernah aku kasih gadget, pada saat teman-temannya nonton Lituhayu cuma bisa liat nempel-nempel ke temennya (intinya pengen ikut nonton) tapi temannya tidak memberikan space untuk Lituhayu join. Disitu aku sedih sih karena Lituahyu merasa tertinggal, dan kebetulan pada saat kajian aku nggak pernah bawa gadget dan hanya membawa mainan agar Lituhayu anteng. Ternyata di lokasi ibu-ibu tidak ada yang bawa mainan tapi mereka menyediakan gadget.

Akan tetapi aku melihat Lituhayu tidak merasa sedih yang mengakibatkan tantrum karena tidak bisa nonton, bahkan Lituhayu kembali main mainan yang aku bawa dari rumah. Walau seperti itu akupun menyadari bahwa generasi alpha memang harus berjalan beriringan dengan teknologi dan informasi. Pada akhirnya aku selalu bilang ke Lituhayu, “Kak kakak mau nonton? Tapi 10 menit aja ya nak!”, itu sih kata-kata yang selalu aku sound ke anak. Tapi yang aku berikan itu produk digital yang berisikan video-video anak dan pembelajaran tentang agama (Al Qolam) sehingga walaupun bukan gadget tetapi anak juga bisa merasakan dan mendengarkan lagu-lagu sekarang yang sedang hits di kalangan toddler.

Jujur aku sedih sih kalau flashback tentang cerita yang aku tuangkan disini, kasian sama anak karena dia sudah tertinggal. Tetapi sebagai orang tua saya mulai belajar untuk mengenalkan dunia digital paling tidak seminggu sekali nonton (Al Qolam) 10 menit atau bisa jadi 2 minggu sekali.

Itu tadi ceritaku tentang edukasi generasi alpha, dan ternyata ada beberapa cerita dari mom Donita yang sama sepertiku (di Class 3 Digital Parenting 101 for Mom “Membesarkan Anak di Era Digital) bersama my baby yang dipandu oleh Moderator kece Mom Nucha, Psikolog Anak dan Remaja Novita Tandry dan Mom Donita.

Terima kasi semua karena sudah membaca artikel ini semoga bermanfaat untuk kita semua.

Digital Parenting