5 Hal Yang Perlu Diketahui tentang Perawatan Bayi Baru Lahir

  1. Menyusu Tiap 2 jam
    Secara teori bayi baru lahir perlu disusui setiap 2 jam sekali. Patokan ini dibuat berdasarkanlambung yang umumnya akan kosong setiap 2 jam. Namun tentu  ini hanya pedoman umum. Yang lebih penting adalah Ibu perlu mengetahui tanda  bayi lapar. Di antaranya tangan mengepal, mata mulai membuka dan menutup, menoleh ke kiri dan kanan, memasukkan tangan ke mulut, bahkan menangis. Bila bayi memang lapar, saat Ibu menawarkan payudara, maka ia akan segera menyusu.

    Saat menyusui, berikan bayi kesempatan untuk mengisap setiap payudara sekitar 10-15 menit. Beberapa bayi baru lahir mungkin perlu dibangunkan untuk memastikan kecukupan asupannya. Hubungi dokter jika Ibu merasa bayi  tidak tertarik untuk mengisap.

    Bagaimana mengetahui kecukupan ASI pada bayi? Perhatikan frekuensi buang air kecilnya. Jika ia cukup menyusu, sehari iabisa pipis sekitar enam kali, bayi pun akan tidur nyenyak. Saat kontrol rutin, berat badannya akan bertambah secara teratur. Nah, semua itumenunjukkan bayi cukup menyusu.
     
  2. Perawatan tali pusat perlu dilakukan sehabis bayi mandi atau jika tali pusat basah karena bayi mengompol.
  • Bersihkan tali pusat  dengan air bersih dan sabun,  mulailah dari bagian pangkal sampai ke bagian ujungnya. Sekali lagi, tak perlu khawatir karena tali pusat tidak membuat bayi kesakitan sama sekali.
  • Keringkan tali pusat dengan lembut, kemudian balut dengan menggunakan kain kasa kering kain kasa yang telah diberi larutan alkohol 70%.
  • Letakkan kasa steril yang sudah dibentuk segitiga di atas tali pusat. Kemudian lilit  bagian ujung kasa tak perlu terlalu kencang sehingga bagian pangkal tali pusat dapat tetap terkena udara.
  • Setelah tali pusat puput, mandikan bayi seperti biasa dan biarkan tali pusat dalam keadaan terbuka, tidak perlu dibungkus lagi.

    Beberapa dokter  mungkin menyarankan membersihkan tali pusat dengan cara berbeda,  yakni tanpa alkohol, cukup dengan air matang hangat, misalnya.  Diskusikan semua ini  dengan dokter. Konsultasikan juga jika daerah pusar bayi tampak memerah,  terjadi bau, atau bayi demam tanpa sebab yang jelas, karena mungkin telah terjadi infeksi tali pusat.
  1. Gumoh
    Gumoh wajar terjadipada bayi baru lahir. Ini terkaitfungsi sfingter-nya yangbelum sempurna. Idealnya, bila ada makanan dan minuman yang masuk ke kerongkongan, maka sfingter, “pintu” yang ada di antara kerongkongan dan lambung, akan membuka. Sebaliknya, saat makanan atau minuman masuk ke lambung dan kerongkongan telah kosong, maka sfingter ini akan menutup. Namun pada bayi baru lahir, kadang sfingter ini tidak berfungsi optimal. la bisa membuka sendiri, meski tidak ada bahan makanan yang masuk. Akibatnya, aliran dari lambung akan kembali ke kerongkongan, terjadilah gumoh.

    Akan tetapi dengan bertambahnya usia, frekuensi gumoh lazimnya akan semakin berkurang. Selama berat badan bayi meningkat dari waktu ke waktu sesuai standar kesehatan, tidak rewel, gumoh tidak bercampur darah dan bayi mau menyusu dengan baik, maka gumoh tak perlu dipermasalahkan.
     
  2. Buang Air Besar (BAB)
    Melihat BAB bayi baru lahir, terkadang membuat khawatir orangtua karena bentuknya yang berbeda dengan BAB orang dewasa. Pada bayi yang diberikan ASI eksklusif, tinjanya biasanya berwarna kuning, berbentuk pasta(atau bisa lebih cair), sedikit berbusa, dan terkadang disertai biji-bijian kecil.Si kecil juga umumnya akan banyak kentut. Nah , semua itu bukan gejala diare, kok, Bu, jadi tak perlu khawatir. Selama tumbuh kembangnya bagus, berat badannya naik, berarti bayi sehat-sehat saja.

    Bagaimana dengan BAB bayi yang berwarna hijau?, Warna tersebut jugamasih dianggap wajar, karena warna BAB bayi juga dipengaruhi oleh jumlah zat empedu yang dikeluarkannya, yang perlu diwaspadai bila tinja bayi berwarna merah atau malah putih. Sebab, tinja warna merah menandakan ada darah pada tinja. Sedangkan pup berwarna putih, biasanya berhubungan dengan masalah yang terjadi di pipa penyaluran empedu. Bila kondisi ini ditemukan pada bayi, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter.

    Bagaimana dengan frekuensi BAB pada bayi? Tidak ada frekuensi ideal BAB bayi baru lahir.Sebab, ada bayi baru lahir yang BAB setiap kali minum susu, tapi ada juga yang tidak BAB seharian, misalnya. Patokan sederhananya, jika bayi baru lahir kelihatan normal-normal saja, tidur tidak rewel, menyusunya pun bagus,bisa jadi ini menunjukkan kondisinya yang sehat. Namun bila Ibu masih khawatir, dapat berkonsultasi pada dokter.
     
  3. Mandi & Keramas
    Mandi adalah cara yang baik untuk menjaga kesehatan kulit bayi baru lahir. Sebelum mulai memandikan bayi, pastikan ruangan hangat dan
  • Pastikan suhu air hangat (sekitar 36-37º Celsius), dengan mencelupkan siku ke dalam air. 
  • Gunakan sabun khusus untuk bayi, My Baby Milk Bath, misalnya.  Sabun ini aman, sebab teruji klinis  tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi. My Baby Milk Bath diperkaya dengan susu dan gandum untuk menutrisi, melembapkan, dan menyehatkan kulit bayi.
  • Bersihkan area seputar wajah bayi secara perlahan menggunakan kapas yang sudah dibasahi.
  • Lanjutkan dengan membersihkan area lain seperti,  badan, area lipatan, hingga telapak kaki dengan  waslap yang sudah dibasahi dengan My Baby Milk Bath.
  • Bunda dapat mengeramasi rambut bayi dengan menggunakan My Baby Shampoo. Formulanya yang lembut teruji klinis tidak menyebabkan iritasi di mata dan aman untuk kulit kepala bayi.
  • Bilas tubuh bayi dengan air  hangat lalu angkat dan keringkan dengan handuk.
  • Biarkan bayi tetap menggunakan handuk. Buka berbarengan dengan memakaikan baju sehingga bayi tidak merasa kedinginan.
  • Oleskan seluruh tubuhnya dengan My Baby Minyak Telon Plus. Minyak telon ini memiliki fungsi ganda, yaitu menghangatkan tubuh dan membantu melindungi bayi dari serangga dan gigitan nyamuk demam berdarah selama 6 jam.

Jangan lupa Bu, ajak bayi mengobrol selama  proses memandikan. Selain akan menstimulasi indera pendengarannya, obrolan Ibu juga akan makin melekatkan hubungan Ibu dan si kecil yang baru lahir.

Kategori:


Perawatan Anak
SHARE