Hari Raya saat Pandemi, Rencanakan THR dengan Bijak

Hari Raya Lebaran merupakan hari suci di mana hati kita terbuka untuk saling memaafkan.  Di tengah pandemi, momen ini akan tetap akan menjadi momen yang membahagiakan dan kita biasanya akan menyediakan budget khusus untuk beberapa pengeluaran istimewa, hal seperti ini sangat wajar. Meski begitu tetap dibutuhkan kebijakan dalam mengelola THR (Tunjangan Hari Raya) agar keuangan tetap stabil. Berikut tips merencanakan THR dengan bijak supaya saldo keuangan tidak menjadi “minus” setelah Lebaran dari Prita Hapsari Ghozie, Financial Planner & CEO ZAP Finance, dalam zoom class MY BABY Momversity yang diselenggarakan MY BABY:

  1. Buat anggaran pengeluaran untuk satu bulan ke depan

Penghasilan bulan April harus dicukupkan untuk alokasi selama bulan April-Mei 2020. Apabila penghasilan mencapai angka puluhan juta rupiah, pembagiannya menjadi 5% untuk zakat dan sedekah, 10% untuk dana darurat dan premi asuransi, 60% untuk biaya hidup dan cicilan, 15% untuk tabungan dan investasi, serta 10% untuk gaya hidup. Kuncinya adalah pemasukan harus lebih besar daripada pengeluaran.

  1. Utamakan pengeluaran rutin bulanan

Bagi yang masih menerima gaji untuk bulan Mei, maka perlu mengutamakan pembayaran kewajiban, seperti cicilan pinjaman dan tagihan bulanan (biaya rumah tangga, tagihan rumah tangga, uang sekolah anak, dan belanja bulanan).

  1. Antisipasi pengeluaran tak terduga lebih awal

Jaga kesiapan saldo dana darurat untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga. Bagi rumah tangga dengan anak kecil, maka yang menjadi perhatian adalah;

  • Biaya tambahan (infal) asisten rumah tangga mau pun biaya pemeriksaan kesehatan untuk pekerja baru di rumah.
  • Biaya tambahan untuk jasa bersih rumah dari vendor.
  1. Pisahkan dana di 3 rekening berbeda

Pemisahan pos Living, Saving, dan Playing akan sangat membantu ibu rumah tangga dalam mengukur berapa kemampuan pengeluaran untuk bulan ke depannya. Apabila saldo sudah turun, maka harus diantisipasi dengan 3 cara:

  • Berhemat untuk pengeluaran yang bisa ditunda.
  • Cerdas memilih produk-produk untuk kebutuhan rumah tangga.
  • Menambah keran penghasilan bagi ibu rumah tangga.
  1. Antisipasi arus kas minus

Apabila dari hasil pembuatan anggaran bulanan, maka diantisipasi akan minus, maka langkah berikut dapat ditempuh;

  • Menjual aset investasi.
  • Menggadai aset investasi seperti emas.
  • Mencairkan dana darurat hanya untuk memenuhi kewajiban bulan tersebut.
  • Menghindari mengambil pinjaman online atau PayLater.

Nah, siap mengelola keuangan dengan lebih bijak? Jangan lupa berhemat dengan mencari produk berdasarkan value for money, seperti produk-produk dari MY BABY yang selalu memiliki banyak manfaat.  

MY BABY Minyak Telon Plus Eucalyptus, misalnya, dapat digunakan untuk berbagai keperluan dengan Formula 5+5, yaitu dibuat dari 5 paduan bahan alam seperti, citronella, chamomile, anise oil, cajuput oil, dan eucalyptus yang bisa menghadirkan 5 manfaat sekaligus: menghangatkan, menyamankan, anti nyamuk 8 jam, meredakan perut kembung, dan memiliki keharuman khas MY BABY. Keistimewaan produk ini adalah tidak lengket dan cepat menyerap, serta sudah tersertifikasi Halal. MY BABY Minyak Telon Plus Eucalyptus  juga sudah teruji klinis tidak menyebabkan iritasi dan alergi pada kulit sensitif bayi dan newborn.

Kategori:


Moms Know Best

RELATED PRODUCTS

Minyak Telon Plus Eucalyptus
LIHAT DETAIL >
Minyak Telon Plus Eucalyptus Longer Protection
LIHAT DETAIL >
SHARE